Slider

5/random/slider

Advertisement

Main Ad

Nasib Lokananta Tergilas Industri Musik Bajakan

Lokananta merupakan museum sekaligus perusahaan rekaman pertama di Indonesia. Terletak di Kota Surakarta, perusahaan berlabel "Lokananta Record" ini pernah terpuruk tergilas industri musik bajakan. 


Lokananta adalah perusahaan rekaman musik pertama di Indonesia


Sorehore.com - Pembajakan memang masih menjadi masalah klasik bagi pelaku industri musik. Selain menyebabkan kerugian pajak yang mengalir ke kas negara, pembajakan juga berdampak pada menurunnya penjualan album fisik. 


Staf Remastering Audio merangkap Koordinator Produksi Lokananta, Bembi Ananto mengatakan, memberantas pembajakan musik mustahil dilakukan. Sebagai perusahaan rekaman plat merah tertua di Indonesia, Lokananta juga pernah mengalami penurunan penjualan akibat pembajakan. 


"Memusuhi pembajakan di Indonesia enggak mungkin bisa. Kalau ingin pembajakan habis, musnah, ya kembali ke piringan hitam," kata Bembi mengomentari peringatan Hari Musik Nasional setiap 9 Maret yang tak bisa dilepaskan dari masalah pembajakan.


Pada tahun 1982, Lokananta harus berhadapan dengan para pembajak amatir. Periode saat di mana industri pita kaset serta rekaman sedang booming menggunakan pita kaset. Pada masa itu Lokananta mencatat ada 129 kasus pembajakan. Akibatnya, pada 1983 Lokananta mulai terpuruk karena serbuan industri musik bajakan. 


Menurut Bembi, sekitar tahun 1970 hingga 1980-an, Lokananta mengalami masa keemasan ketika beralih memproduksi rekaman pita kaset dari yang awalnya piringan hitam alias vinyl. Bahkan tiap bulan Lokananta memproduksi sekitar 100 ribu keping kaset. 


"Kaset masih mungkin dibajak. Apalagi CD maupun DVD (Compact Disc/Digital Video Disc). Orang di rumah sekarang sudah punya komputer maupun laptop, ya gampang banget untuk digandakan. Otomatis pembajakan itu marak," beber Bembi yang sudah bekerja di Lokananta sejak 2007.


Vinyl Bikin Mampus Pembajakan


Menurut pria asal Bangakan, Luweng, Gatak, Kabupaten Sukoharjo ini, kembali memproduksi piringan hitam adalah jalan ekstrem untuk memberantas pembajakan. Pernyataan itu dia sampaikan pada Maret 2017. 


"Kalau vinyl, mau dunia sampai kiamat enggak mungkin bisa dibajak. Seandainya bisa dibajak jika punya alat sebesar ruangan ini yang harganya miliaran rupiah. Apalagi kalau Lokananta diberi mesin pressing piringan hitam, pasti industri musik Indonesia bakal maju. Otomatis ongkos produksinya lebih murah daripada dilempar ke luar, dan musisi berlomba-lomba membuat karya dan lagu. Mampus itu pelaku pembajakan," tandas Bembi

(Aditya Wijaya/Sorehore.com) 

Sorehore
Sorehore.com dirancang sebagai ruang alternatif untuk menulis dan mencatatkan kisah perjalanan sebagai kliping digital

Related Posts

Follow by Email